Kamis, 29 Agustus 2013

renungan untuk anak minggu ini



JANGAN MENCURI (Keluaran 20:15)
Barto sangat nakal dan usil. Sudah banyak anak-anak yang terkena dampak kenakalan dan keusilannya. Suatu saat Barto melihat Vera membawa kartu bayaran sekolah di dalam tasnya. Muncullah keusilan Barto.
Saat istirahat, semua anak keluar kelas sehingga kelas menjadi kosong. Diam-diam Barto masuk ke dalam kelas dan mengambil kartu bayaran Vera. Barto menyembunyikan kartu itu di dalam tempat sampah.
Ketika jam istirahat usai semua anak masuk ke dalam kelas. Bu Maria masuk ke dalam kelas lima karena saat itu ada pelajaran matematika. Melihat Bu Maria masuk, Vera membuka tasnya untuk mencari kartu bayarannya. Bu Maria adalah wali kelas lima, sehingga semua bayaran sekolah dapat dibayarkan melalui Bu Maria. Vera tidak dapat melihat kartu bayaran di dalam tasnya dan Vera pun membongkar seluruh isi tasnya ke atas meja.
“Ada apa Vera?” Tanya Bu Maria
“Kartu bayaran yang saya bawa hilang Bu.” Kata Vera kebingungan.
“Mungkin kamu lupa membawanya.”
“Tidak Bu, tadi pagi ibu saya memberikannya pada saya. Dan istirahat tadi masih ada.”
“semua anak tinggalkan kelas!” perintah Bu Maria.
Bu Maria menggeledah semua tas anak-anak. Sedangkan di luar kelas Vera menangis.
“Sudahlah Ver, nanti ketemu.” Kata Magda menghibur Vera.
“Kalau aku tidak bayaran kali ini, aku tidak dapat sekolah lagi.” Kata Vera sambil mengusap air matanya.
Mendengar percakapan Vera dan Magda, Barto menyesal. Setelah pelajaran usai Barto mendatangi Bu Maria dan mengakui perbuatannya dan mengembalikan kartu bayaran milik Vera.
“Saya tidak bermaksud mencuri bu, hanya iseng.” Kata Barto
“Walau hanya iseng, mengambil barang milik orang lain tetaplah mencuri. Merugikan orang lain. Lain kali jangan diulangi lagi dan minta maaflah pada Vera.” Kata Bu Maria menasehati.
Pulang sekolah Barto ditemani Bu Maria datang ke rumah Vera dan meminta maaf pada Vera dan kedua orang tuanya.
Mencuri adalah perbuatan dosa. Walaupun barang yang diambil bukan barang yang berharga mahal, tetapi mengambil barang milik orang lain tidak baik dan merugikan orang lain. Sebab itulah Tuhan melarang kita mencuri. Akan lebih baik jika kita meminta langsung pada pemilik barang jika kita membutuhkan barang tersebut. (mls)

renungan singkat minggu ini



Membaca buku pedoman
“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Lukas 14:11).
Sombong adalah sifat yang tidak baik. Tidak ada orang yang senang pada orang yang sombong. Pada bacaan Injil hari ini, Yesus dengan tegas mengatakan bahwa siapapun yang meninggikan dirinya, ia akan direndahkan. Yesus tidak pernah suka orang yang suka meninggikan diri sendiri. Bahkan Yesus sudah menyiapkan hukuman bagi orang yang sombong yaitu direndahkan. Yesus pun berkata bahwa orang yang merendahkan diri akan ditinggikan. Artinya jika kita dapat bertindak rendah hati maka Tuhan sendiri yang akan meninggikan harkat dan martabat kita.
Pembahasan diatas ialah pembahasan salah satu ayat yang ada di dalam Alkitab. Alkitab ialah kitab suci bagi kita. Alkitab berarti kabar gembira. Di dalam Alkitab terdapat cerita mulai dari penciptaan sampai pewahyuan tentang akhir jaman. Di dalam Alkitab terdapat tuntunan hidup bagi kita. Memang membaca Alkitab terkadang malah membingungkan. Tetapi jika direnungkan setiap hari dengan bimbingan Roh Kudus, Alkitab dapat menjadi kompas kita dalam menentukan arah dalam kehidupan.
Minggu ini kita memasuki Bulan Kitab Suci Nasional. Di dalam bulan ini akan ada banyak pembahasan-pembahasan tentang ayat-ayat dalam Alkitab. Salah satu tujuan pembahasan bersama ialah agar kita dapat lebih dalam mengenal buku pedoman hidup kita itu.
Melalui Alkitab Allah masih berbicara dengan manusia. Allah masih menuntun kita agar kita tidak salah jalan dan agar kita lebih mengerti kehendak dan perintah Allah. Dalam Alkitab kita dapat membaca kabar gembira terpenting bagi kita yaitu, kabar tentang kasih Allah yang begitu besar pada kita sehingga Ia rela mengutus Putra Tunggal-Nya ke dunia.
Jangan lewatkan kesempatan yang baik di Bulan Kitab Suci Nasional ini. Marilah kita bersama-sama belajar untuk lebih mengerti apa makna yang terkandung didalam setiap ayat yang ada di dalam Alkitab. (Salam damai)

Kamis, 22 Agustus 2013

untuk Bina iman anak



Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibrani 12:11)

Setiap jam lima pagi Timoty sudah dibangunkan oleh ayahnya. Timoty harus latihan lari marathon setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah. Walau cuaca sedang dingin Timoty tetap diharuskan berlatih. Terkadang jika sedang malas Timoty kembali menarik selimutnya untuk tidur, tetapi ayahnya akan menghardik untuk membangunkannya.

Sore hari Timoty harus kembali berlatih. Terkadang Timoty iri melihat teman-temannya bermain. Timoty sering marah dan ngambek, tetapi ayahnya tidak pernah perduli dengan semua protesnya. Bagi ayahnya kedisiplinan dalam berlatih sangat diperlukan apalagi hari perlombaan sudah dekat.
Timoty sering mengeluh, apalagi jika banyak pekerjaan rumah dari bapak dan ibu guru di sekolah. Timoty ingin seperti teman-temannya yang dapat bangun siang, dapat bermain bersama sore hari atau hanya sekedar bersantai dirumah. Tetapi ayahnya tetap tidak mengijinkannya untuk melewatkan kesempatan berlatih.
Hari pertandingan sudah tiba dan Timoty sudah bersiap-siap. Ayah, ibu dan teman-temannya mengantar Timoty dan memberi semangat di dekat garis start. Ketika terdengar suara tembakan tanda pertandingan dimulai, Timoty berlari sekuat tenaga. Saat peserta lain satu persatu gugur karena kehabisan tenaga, Timoty masih tetap bersemangat. Walau lelah, Timoty masih berusaha mengingat ajaran ayahnya agar kakinya tidak kram. Semakin mendekati garis finish, Timoty semakin bersemangat. Ternyata Timoty memenangkan pertandingan untuk golongan anak-anak.
Timoty senang sekali karena hadiahnya adalah dapat masuk di SMP favorit di kotanya dan dapat beasiswa penuh dari sponsor lomba lari. Tetapi hal yangmembuat Timoty senang adalah melihat wajah ayahnya yang sangat bangga padanya. Mulai saat itu Timoty tidak pernah mengeluh lagi jika dibangunkan untuk berlatih. Timoty ia sadar dengan berlatih tubuhnya menjadi kuat dan dapat memenangkan perlombaan.
Berlatih memang tidak selamanya mudah dan menyenangkan. Tetapi dengan berlatih kita menjadi lebih terlatih dan dapat melakukan yang terbaik sehingga cita-cita kita dapat tercapai. (mls)

Siapa yang diselamatkan



Jika anda berada di atas sebuah kapal yang sedang karam bersama ibu, istri dan anak anda, apa yang akan anda lakukan? Jika pada saat itu hanya ada satu orang yang dapat anda selamatkan, siapakah diantara ketiga orang yang anda cintai itu yang akan anda selamatkan?
Jawabannya pasti berbeda-beda dengan berbagai macam alasan. Tetapi jika diharuskan memilih, mungkin kita akan lebih memilih menyelamatkan semua orang yang kita cintai walau harus kehilangan nyawa sendiri.
Itulah cinta yang tulus. Cinta yang dapat mengorbankan diri sendiri untuk keselamatan dan kebahagiaan orang-orang yang dicintai.
Begitu juga cinta Kristus kepada kita. Cinta yang membuat-Nya turun ke dunia. Cinta yang membuat-Nya rela menanggung siksa di atas kayu salib.
Apa yang telah kita lakukan untuk menjawab pernyataan cinta Kristus pada kita? Kita dapat menjawab,”Ya, saya cinta juga pada-Mu Kristus.”
Tetapi Kristus menginginkan tidak hanya jawaban kata-kata semata. Kristus juga ingin melihat tindakan nyata dari kita yang membuktikan cinta kita pada-Nya.
Yesus Kristus pernah berkata,”Berjuanglah untuk melalui pintu yang sempit itu.” Menjawab cinta Kristus pada kita memang membutuhkan perjuangan sekuat tenaga. Perjuangan melalui pintu yang sempit menuju jalan ke sorga dan berbahagia bersama-sama dengan-Nya.
Perjuangkanlah cinta anda pada Kristus sama seperti Kristus telah berjuang untuk menunjukkan cinta-Nya pada anda. (Salam damai)

Kamis, 03 Mei 2012

KISAH 4 LILIN

Alkisah, ada 4 buah LILIN yang menyala. Sedikit demi sedikit lilin-lilin itu habis me-leleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan antar mereka. Lilin yang pertama berkata, “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu men-jagaku. Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang Lilin pun padam. Yang kedua berkata, “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga. Tanpa terduga… Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata, “Ekh… apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!” Lalu ia menangis tersedu-sedu. Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata, “Jangan takut. Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya.” “Aku adalah HARAPAN.” Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya. Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN. Harapan yang ada dalam hati kita. Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat seperti anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Pojok OMK ( DAMAI SEJAHTERA TAK PERNAH KERING )

Kita bisa saja antri tiket di stasiun kereta api. Ketika kita semakin dekat ke loket, tiba-tiba ada pengumuman bahwa tiket habis. Kehabisan sesuatu bukanlah hal yang menyenangkan. Kehabisan uang apalagi. Bisa membuat orang kalang kabut. Tetapi ada hal yang tidak akan pernah habis dan itu kita bisa miliki. Itu adalah damai sejahtera. Damai sejahtera Tuhan akan terus ada di dalam hati kita kecuali kita mengizinkan dia keluar dari dalam hati kita. Kendali ada di tangan kita. Firman Tuhan dalam Yesaya 48:18 mengatakan "Sekiranya Engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti." Firman Tuhan adalah ya dan amin. Jika Firman Tuhan berkata bahwwa damai se-jahteramu akan terus ada seperti sungai yang tidak pernah kering, memang demikianlah adanya. Ketika seorang karyawati dimarahi habis-habisan oleh atasannya, si karyawati tetap tenang. Temannya bertanya, "Apa kamu tidak kesal dan sakit hati?" Si karyawati menggeleng sambil tersenyum, "Saya melakukan kesalahan dan saya di-marahi. Tidak masalah, saya akan memperbaikinya. Tetapi damai sejahtera Tuhan dalam hati saya harus tetap ada, tidak saya izinkan orang atau situasi mengambilnya!" "Tetapi marahnya keterlaluan. Kesalahanmu kecil, marahnya luar biasa!" temannya masih belum puas. "Oooh, itu urusan dia dengan Tuhan. Saya mengampuninya, lalu melupakannya. Ya su-dah, selesai!" Si karyawati memperhatikan dan melakukan perintah Tuhan, maka damai sejahteranya tidak pernah kering. Hidup ini akan lebih menyenangkan bila kita tidak menyimpan sampah rohani. Memperbaiki kesalahan, mengampuni, melupakan membuat bejana hati kita bersih. Maka Tuhan akan mengisi hati kita dengan damai sejahtera yang akan melimpah keluar dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Pilihan ada di tangan kita. Mau mempertahankan atau melepas damai sejahtera Tuhan yang ada dalam hati kita.

"Akulah Pokok Anggur Dan Kamulah Ranting-Rantingnya"

"Akulah Pokok Anggur Dan Kamulah Ranting-Rantingnya" Ranting-ranting memang sangat tergantung pada batang/pokok pohon; kita semua adalah ranting-ranting dan sang pokok batang adalah Yesus, Tuhan dan Guru kita. Jika kita mendambakan menghasilkan buah yang baik, membahagiakan dan menyelamatkan melalui cara hidup dan cara bertindak kita, maka kita diharapkan senantiasa bersatu dengan sang pokok, Yesus, alias melaksanakan semua perintahNya serta meneladan cara hidup dan cara bertindakNya, karena bersama dan bersatu dengan Dia mau tak mau kita pasti akan dirajai atau dikuasaiNya. Maka pertanyaan bagi kita masing-masing yang beriman pada Yesus Kristus adalah 'apakah saya senantiasa bersama dan bersatu dengan Dia' dan dengan demikian senantiasa berbuat baik, berbudi pekerti luhur dimanapun dan kapanpun. Bersama dan bersatu dengan Yesus berarti hidup dari dan oleh RohNya, maka cara hidup dan cara ber-tindak kita akan menghasilkan buah-buah seperti "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri." (Gal 5:22-23). Bersatu dan bersama dengan Yesus senantiasa hidup saling mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan/tubuh dan menghasilkan buah-buah yang menggembirakan. Secara konkret buah saling mengasihi antara suami-isteri adalah seorang anak manusia yang membahagiakan. Setiap orang adalah buah kasih, atau yang terkasih, maka kita bertemu dengan siapapun berarti kasih bertemu dengan kasih dan dengan demikian seacara otomatis saling mengasihi. Saling mengasihi berarti juga akan saling memuliakan, melayani dan memuji. Berkat Dalem.