Selasa, 15 maret 2022
Masa Prapaskah II
Ketika matahari belum sempat menampakkan diri,
Kunikmati
sederet sabda,
O...betapa menyakitkan menusuk-nusuk,
“Ahli-ahli
Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Mereka mengikat
beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri
tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud
supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang
panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat
terdepan di rumah ibadat;" (TB Mat 23:2,4-6)
Siapa orang farisi?
Ia tokoh umat,
pemimpin jemaat.
Siapa ahli
Taurat,
Ia ahli kitab,
yang paham kitab Suci.
Semua itu dikenakan oleh seorang imam, romo.
Trus....!
Bukankah menohok sabda Tuhan Yesus ini?
Yang suka
meletakkan beban dan aturan di atas bahu umatnya!
Bahkan kadang
memaksa, keras dan otoriter.
Tak luput pula
mencari pengakuan dan penghormatan,
Uring-uringan
jika kurang diterima, diakui dan dihargai! "Pokoknya harus aku".
Ya....ditelanjangi dan diremukkan oleh sabda pagi. "Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan". (TB Mat 23:12)
Tuhan, ampuni
aku yang lemah ini.
(Ignas SCJ-GS'22)